Mengapa pelari butuh protein?

mengapa-pelari-butuh-protein

Bagi seorang pelari berlari tidak hanya untuk menjaga kesehatan tetapi juga sebagai uji kemampuan. Pelari marathon, half marathon, dan ultra membutuhkan otot kaki yang kuat, stamina tubuh yang baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selama ini kita tahu untuk meningkatkan performa seorang pelari butuh sepatu yang baik, istirahat yang cukup, makanan bergizi yang cukup dan latihan yang teratur. Tetapi mengapa pada sebagian pelari, semakin banyak latihan yang dilakukan semakin banyak juga massa otot yang hilang? Sedangkan tujuan dari latihan adalah untuk meningkatkan daya tahan dan membentuk otot. Bagaimana cara mencegah terjadinya penyusutan otot dan meningkatkan massa otot dalam latihan? Jawabannya adalah protein.

Sejauh mana protein mempengaruhi latihan?

Tubuh mengubah protein menjadi asam amino yang dibutuhkan untuk memperbaiki otot.  Jika asupan protein tidak mencukupi maka tubuh akan mengubah otot menjadi tenaga yang akibatnya massa otot hilang dan otot akan menyusut. Selain itu tubuh juga akan cepat merasa letih dan cenderung mengalami cidera karena otot yang terbentuk dikaki kurang kuat.

Selain membantu pembentukan dan pemulihan otot, protein juga membantu pembakaran lemak dalam tubuh. Karbohidrat yang dikonsumsi bersama protein akan mendorong otot menyerap karbohidrat 3,5 x lebih besar dibanding hanya mengkonsumi sedikit karbohidrat. Dengan kata lain, semakin besar pembakaran dalam tubuh, semakin besar juga tenaga yang dihasilkan.

Berapa banyak asupan protein yang dibutuhkan?

Banyaknya asupan protein disesuaikan dengan jarak lari. Pelari yang tidak dalam masa latihan membutuhkan 0.8 gram protein x berat badan(kilo). Jika sedang dalam latihan disarankan 1.2 – 1.7 gram protein x perkilo berat badan.

Banyaknya asupan protein setiap pelari berbeda-beda. Untuk pelari dengan jarak 10 km – half marathon disarankan mengkonsumsi 1.2 gram protein x berat badan(kilo). Dan pelari marathon disarankan 1.4 gram protein x berat badan(kilo). Jika proses pemulihan otot berlangsung dengan cepat berarti banyaknya protein yang dikonsumsi sudah tepat. Jika pemulihan berjalan lambat, naikkan asupan protein perhari. Asupan protein yang tepat akan mempercepat pemulihan otot.

Contoh pelari dengan berat badan 70 kg, berlari 10 km

1.2 gram protein x 70 = 84 gram

Jadi dalam sehari dibutuhkan 84 gram protein.

Tubuh, stamina, penyerapan makanan dan otot  setiap orang berbeda-beda, untuk menentukan asupan protein yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Apakah perlu menggunakan suplemen?

Protein banyak terdapat dalam dari makanan sehari-hari seperti putih telur, dada ayam, daging sapi dan lainnya. Dan pelari-pelari marathon atau ultra butuh asupan protein yang cukup besar, jika tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi makanan mengandung protein dalam jumlah besar dalam satu hari, kekurangan asupan protein dapat dipenuhi melalui suplemen.

Salah satu suplemen yang kaya akan branch chain amino acid (BCAA) dan cepat diserap oleh tubuh adalah whey protein. Tingginya kadar asam amino pada whey protein dapat memaksimalkan proses pembentukan dan pemulihan otot. Selain itu whey protein juga meningkatkan stamina, energy dan imun tubuh. Pelari yang melakukan diet, akan mengalami penurunan imun. Konsumsi whey protein dapat membantu menjaga stamina dan imun tubuh tetap optimal selama diet.

Namun perlu diketahui kandungan didalam bubuk whey, karena tidak semua suplemen whey protein yang tersedia mengandung whey protein murni, sebagian dikombinasikan dengan bahan tambahan yang lain yang memberi fungsi tambahan yang lain. Pemilihan suplemen whey perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Untuk lebih tahu jenis-jenis suplemen, bisa dilihat disini http://suplemengym.com/18-whey

Kapan waktu yang tepat untuk mengkonsumsi protein?

Konsumsi protein sebelum latihan akan meningkatkan kinerja otot dan mengurangi kehilangan masa otot. Sedangkan konsumsi protein setelah latihan akan membantu membangun dan memperbaiki otot.

Latihan yang berat akan meningkatkan ketahanan tubuh dan membangun otot. Jika asupan protein tidak mencukupi, maka latihan akan menjadi tidak efektif, karena bukannya membentuk otot tetapi kehilangan masa otot. Asupan protein, karbohidrat, istirahat yang cukup dan pola latihan yang benar akan memberikan hasil yang maksimal dalam latihan. Tanpa latihan, protein tidak akan membentuk otot, tetapi latihan yang berat diiringi dengan asupan protein yang cukup akan meningkatkan masa otot.

 

Referensi

http://runnersconnect.net/running-nutrition-articles/protein-for-runners/

http://www.isagenixhealth.net/long-distance-runners-need-whey-protein/

Perlukah pelari angkat beban (weight training)?

perlukan-pelari-angkat-beban

Sebagian besar pelari berpikir, angkat beban hanya untuk membentuk dan memperbesar otot. Dengan pola latihan yang teratur, otot akan terbentuk dengan sendirinya. Angkat beban akan memperbesar tubuh dan tubuh yang penuh otot akan menjadi berat sehingga beban lari pun bertambah.

Semua itu benar, tetapi ada berbagai jenis angkat beban yang disesuiakan dengan tujuannya. Tidak semua tujuan angkat beban berakhir dengan otot yang besar seperti binaragawan. Dengan pola latihan yang benar dan makanan yang tepat, tujuan tertentu bisa dicapai.

Apa manfaat latihan angkat beban (weight training) bagi pelari?

1. Meningkatkan kecepatan berlari.

Untuk meningkatkan kecepatan berlari diperlukan langkah yang kuat, cepat dan efisien. Semakin kuat langkah kaki pada saat menapak, semakin besar tenaga yang ditolakkan kaki, dan kecepatan pun bertambah. Untuk menghasilkan tenaga yang besar dalam menapak, diperlukan otot kaki yang kuat. Weight lifting dapat meningkatkan kekuatan otot kaki dan daya tahan otot sehingga kekuatan menapak meningkat dan kecepatan pun bertambah.

2. Meningkatkan kapasitas oksigen.

Oksigen menghasilkan energi. Dengan adanya peningkatan kapasitas oksigen, penggunaan energi menjadi lebih efisien sehingga pelari dapat mempertahankan stabilitas kecepatannya  dalam jangka waktu yang lebih panjang.

3. Menurunkan berat badan

Sebenarnya tanpa latihan angkat beban, berlari jarak jauh dan teratur juga dapat menurunkan berat badan. Tetapi bagi pelari yang tidak ingin menambah jarak lari dan intensitas lari, latihan angkat beban bisa membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme. Peningkatan metabolisme dapat meningkatkan pembakaran lemak. Dengan menurunnya berat badan, tubuh menjadi lebih ringan dan kecepatan pun bertambah.

4. Mengurangi cedera.

Dengan bertambah kuatnya otot pada kaki dan lutut, daya tahan pun bertambah sehingga pada lari jarak jauh tubuh tetap stabil dan cidera bisa dihindari.

5. Memperbaiki postur tubuh

Latihan otot dari pinggang ke bawah akan meningkatkan daya tahan, kekuatan otot pada saat berlari. Sedangkan latihan untuk tubuh bagian atas akan membentuk postur tubuh yang lebih baik. Membentuk bahu dan lengan akan membuat gerak lengan lebih efisien pd saat lari.

Apakah latihan angkat beban dapat memperbesar tubuh?

Jika latihan angkat beban dilakukan 1-3 kali dalam seminggu, dan intensitas lari melebihi latihan angkat beban, maka tubuh tidak akan membesar. Latihan angkat beban sebaiknya dilakukan diluar hari latihan lari. Contoh latihan untuk tubuh bagian bawah : single-leg squats, box step-ups, deadlifts. Latihan untuk bagian atas tubuh : shoulders shrugs, plank, push-up.

Angkat beban (weight lifting) tidak hanya meningkatkan kecepatan pelari jarak pendek (sprinter) tetapi juga meningkatkan daya tahan pelari jarak jauh. Latihan lari yang dibarengi dengan latihan angkat beban akan memaksimalkan performa pelari.

Referensi

http://running.competitor.com/2014/02/training/should-distance-runners-lift-heavy_67606

http://www.poliquingroup.com/ArticlesMultimedia/Articles/Article/806/Ten_Reasons_Why_Runners_Should_Include_Weight_Trai.aspx

http://breakingmuscle.com/running/weight-training-basics-for-runners

TCR, si “Pinky” Gila dari Tangerang.

          Dalam dunia lari, siapa sih yang  tidak kenal dengan TCR alias Tangerang Crazy Runners yang selalu tampil unik dengan jersey lari pinknya.  Hampir disetiap lomba lari, komunitas yang berbasis di Alam Sutera (Tangerang) ini selalu hadir dengan pelari-pelari pink yang fun, ceria, heboh,dan gila.

                tcr before start1        tcr-1

          Awalnya TCR merupakan kumpulan pelari IndoRunners yang latihan berlari bersama di Tangerang. Karena minat lari dan domisili yang sama, pada tahun 2012 terbentuklah sebuah komunitas kecil pertama di Tangerang yang terdiri dari belasan pelari dengan nama TRC (Tangerang Runners Community) dibawah naungan IndoRunners. Seiring dengan berjalannya waktu, TRC semakin berkembang dan semakin tergila-gila dengan lari, karena kegilaannya ini, nama TRC berubah menjadi TCR (Tangerang Crazy Runners = Pelari Gila dari Tangerang).

          Kegilaan para pelari TCR ini diwujudkan dalam kostum lari atau jarak lari. Jika ada acara perlombaan diadakan di Jakarta, maka pelari-pelari TCR akan berlari dari Tangerang menuju ke tempat acara lomba tersebut, tidak peduli berapa pun jauhnya jarak yang  harus ditempuh. Pada saat tertentu pelari-pelari TCR juga sering tampil dengan kostum unik dan lucu. Bagi para pelari TCR, hal yang utama adalah kebersamaan, persaudaraan, saling memberi semangat,dan berbagi. Sejauh apa pun jarak yang harus ditempuh, dan dalam keadaan apapun, semua akan selalu dilalui dengan kebersamaan dan persaudaraan.

tcr +tutu

          Semangat berkobar dan saling menyemangati antar pelari di komunitas, dilambangkan dengan api yang berbentuk wajah dan dipadukan dengan motif batik yang merupakan ciri khas Indonesia. Warna pink (merahmuda) yang merupakan cirri khas dari TCR merupakan cetusan dari salah satu anggota TCR, dipilih karena merupakan warna yang berbeda, dimana melambangkan suatu kedekatan, aturan yang fleksibel, menyukai adaptasi, danperubahan. Pada Jakarta Marathon 2014 TCR berlari menggunakan tutu pink sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak penyandang kanker.

TCR+logo

          Dalam waktu 3 tahun, Anggota TCR bertambah menjadi  150 lebih pelari, kegiatannya pun kini tidak hanya berpusat pada kegiatan lari saja, tetapi juga bersepeda (cycling) dan berenang (swimming). Selain itu TCR juga aktif menjadi partner pendukung dalam perlombaan di Jakarta dan Tangerang seperti Combirun, Samsung, Pocari Sweat Run, dan lain sebagainya. Pada akhir bulan ini, tepatnya tanggal 31 Oktober 2015, TCR mengadakan event fun run 4 km lari dengan tujuan amal untuk penderita thalassaemia yang diadakan di Gading Serpong. Ini adalah acara lomba kedua yang diadakan oleh TCR setelah Run for Nepal.

                                       talasemia event-1                        kaos talasemia-1

          Untuk ke depannya TCR berharap bisa menjadi wadah bagi para pelari untuk memberikan berbagai fasilitas yang berhubungan dengan olahraga, seperti ahli gizi, dokter, bahkan financial jika memungkinkan.

          Bagi yang berminat bergabung dengan TCR, bisa mengikuti kegiatan lari TCR di setiap hari Selasa dan Kamis jam 08:00 malam di KafeRegis, Alam Sutera, hari Sabtu di Sport Club Alam Sutera jam 06:00 pagi, dan hari Minggu di Flavor Bliss, Alam Sutera jam 06:00 pagi. Bisa jugamenghubungi mereka melalui facebook “Tangerang Crazy Runners”, twitter @theCrazyRunners, instagram @Tangerang_Crazy_Runners, atau web www.tangerangcrazyrunners.com.  TCR terbuka bagi siapapun yang mempunyai minat olahraga, tanpa batas usia dan domisili. Jadi tunggu apa lagi? Ayo buruan bergabung bersama TCR!

Special thanks to Mr Annif and all of the family members of TCR.

 

Tips Buat Kamu Memilih Lomba

Buat kamu-kamu yang lagi hobi lari, gimana memilih lomba yang tepat supaya nantinya jangan nyesel atau ngeluh sama lombanya. Ini nih tips buat kamu

1. Tanggal dan Waktu

Kalau kamu mikir tanggal lomba pasti di hari Sabtu atau Minggu, belum tentu, ada lomba yang diadakan sampai berhari-hari, tergantung sama apa yang dilombakan. Kalau kamu ikut lomba seperti ini, harus dipikirin gimana cara menyiasatinnya, apa ngambil cuti kerja, minta ijin, kalau terpaksa kabur , sebaiknya dipertimbangkan kembali.

Sehabis lomba, biasanya kamu butuh waktu sehari untuk recovery? Kalau iya sebaiknya kamu pilih lomba di hari Sabtu, supaya di hari Minggu bisa istirahat.

Waktu lomba juga beragam, ada yang jam 7.00, 8.00, 6.00, 19.00, 00.00. Kalau rabun senja pilihlah lomba yang di pagi hari, sebaliknya kalau takut panas, pilih yang malam hari.

2. Tempat dan biaya lomba

Tempat mempengaruhi biaya yang kamu keluakan. Misalkan lomba lari di papua, biaya lomba hanya ratusan ribu, tetapi tiket pesawat pulang pergi jalan sudah jutaan, belum lagi biaya hotel dan perjalanan ke tempat lomba, biaya yang dikeluarkan menjadi besar.

Pilihlah lomba yang sesuai kantongmu, jangan sampai kamu ngutang kiri kanan hanya untuk sebuah lomba. Setelah lomba, jadi sibuk bayar cicilan deh.

3. Jenis Lomba

Jenis lomba tergantung dari kemampuan kamu.

Lari di jalan 5 km tidak sama dengan lari 5 km di gunung. Lari di gunung Rinjani 10 km berbeda dengan lari di gunung gede 10 km. Kalau kamu tidak sanggup lari half marathon (21 km)di jalan, jangan ikut lomba lari marathon (42 km) di gunung. Kalau kamu tidak bisa berenang, sebaiknya hindari triathlon.

Setiap jenis lomba berbeda tantangannya. Lari di jalan, yang kamu hadapi teriknya matahari, polusi udara dan kendaraan, lari di gunung tantangannnya cuaca alam yang serba tidak jelas dan kadang bisa menjadi ekstrim. Pilihlah jenis lomba yang sesuai dengan kemampuanmu. Jangan sampai kamu salah pilih dan kurang persiapan.

4. Track  dan jarak lintasan.

Biasanya di setiap lomba ada peta lintasan. Perhatikan baik-baik, terutama buat kamu yang suka lari di gunung. Peta lintasan sangat penting jadi panduan lari apalagi lari malam-malam di gunung dan berkabut. Kalau hanya mengandalkan marking/tanda dari panitia, bisa-bisa tersesat.

Cari tahu track yang akan kamu lewati, susun strategi dan buat persiapan apa yang mau dibawa.

Sebagai ajang menguji kemampuan kamu, pilihlah jarak lintasan setahap diatas kemampuan kamu.

5. Fasilitas

Fasilitas selalu tercantum di peta lintasan. Perhatikan di kilometer tertentu, fasilitas apa yang ada disana, apakah itu air, ambulance, tempat penampungan atau lainnya. Sehingga pada saat darurat seperti dehidrasi, kamu bisa segera berlari ke arah depot air minum. Kalau fasilitas yang tercantum di dalam peta ternyata tidak ada di area lari, segera tanyakan ke panitia.

6. Sponsor

Semakin “besar” sponsor, semakin banyak yang kamu dapatkan. Apakah itu kaos lari yang bagus, makanan yang enak dan berlimpah, medali yang keren atau goodie bag yang berkesan. Dalam setahun ada banyak perlombaan, pilih yang menarik dan unik buat kamu, dan lihat siapa sponsornya, meyakinkan atau tidak?

7. Tata tertib dan peraturan

Tata tertib mungkin tidak tercantum dimana-mana tetapi sudah ada di kamu.

Contohnya ngantri untuk mengambil medali finisher, buang sampah pada tempatnya, tidak dorong-dorongan waktu check point,menjaga kebersihan di toilet, parkir kendararaan ditempat yang telah disediakan dan sebagainya.

Kalau kamu menjaga tata tertib pasti event lomba yang fun menjadi lebih fun dan  yang keren jadi tambah wah.

Peraturan sering kamu baca di email konfirmasi dari panitia atau bisa juga disampaikan di briefing sebelum lomba.

Peraturan itu semuanya untuk menjaga kamu dan peraturan yang ada di lomba munculnya dari pengalaman panitia sendiri, jadi kalau kamu ragu sama peraturan tertentu,sebaiknya tanyakan ke panitia.

Contoh : peraturan panitia mengharuskan kamu membawa peralatan dan perlengkapan seperti emergency blanket (selimut darurat), sealtape, snack, bla bla bla dan bla bla bla. Wah banyak sekali yang harus dibawa, apa beneran kepakai? Kalau kamu tidak yakin, tidak tahu fungsi dan cara menggunakanya, tanyakan saja ke panitia.

Selain itu ada juga peraturan yang mengharuskan kamu melewati tempat tertentu, dan ada beberapa tempat yang berbahaya untuk dilewati umum. Ikuti saja, setiap peraturan dan larangan pasti ada alasannya.

Kalau kamu bisa menaati tata tertib dan peraturan, mau lombanya di jalan atau pun di gunung tidak masalah.

8. Diclaimer

Apa itu Disclaimer?

Disclaimer sering kamu temukan di bagasi tag, bagian bawah keterangan lomba dan lainnya. Disclaimer merupakan pernyataan dari pihak penyelenggara dan biasanya selalu terlewatkan oleh kamu.

Contoh DISCLAIMER:PANITIA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP SEGALA RESIKO YANG DIALAMI PESERTA DALAM LOMBA INI.

Contoh disclaimer diatas menunjukkan kalau terjadi sesuatu cidera atau hal yang membahayakan jiwa, akan menjadi tanggung jawab peserta.

Bacalah baik-baik disclaimer di setiap lomba, terutama kalau kamu mau ikut trail run. Kalau kamu belum siap dengan resikonya, lebih baik dipikirkan kembali.

 

9. Visi dan Misi lomba

Setiap lomba punya visi dan misi yang berbeda, ada yang untuk promosi, memperkuat rasa persaudaraan dalam satu perusahaan, charity (amal), sadar akan alam, fun, pengenalan budaya dan lainnya.

Visi dan misi lomba bisa juga dari kamu sendiri. Apa yang mau kamu capai di perlombaan ini, uji nyali, fun, pedekate, amal, dan sebagainya. Tentukan alasan kamu berlari di lomba dan pilih lomba yang sesuai dengan goal kamu.

Nah, itu aja tips buat kamu milih lomba, semoga bermanfaat.

 

16 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan dalam Mengadakan Perlombaan.

Ingin mengadakan suatu perlombaan? Anda dapat mengadakan sebuah perlombaan semudah menghafalkan ABC. Klik pada tombol “create event” dan anda dapat langsung mulai merencanakan sebuah perlombaan yang ideal!

Tetapi apakah membuat sebuah perlombaan yang baik semudah itu? Tentu saja tidak. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika anda ingin membuat perlombaan yang baik dan benar.

1. Registrasi

Akses dalam registrasi meliputi pendaftaran offline (secara manual) atau online (melalui internet). Untuk registrasi online, biasanya melalui webpage penyelenggara lomba atau melalui komunitas online seperti steelytoe yang mencakup registrasi online dan fasilitas pembayaran biaya lomba (jika ada biaya perlombaan).

2. Tanggal dan Waktu Perlombaan

Tanggal perlombaan biasanya ditentukan pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur nasional agar banyak peserta yang bias ikut serta. Waktu perlombaan lebih baik dipagi hari pada saat area disekitar perlombaan masih sepi. Jika perlombaan diadakan di malam hari pada saat jalan sudah terbebas dar ikendaraan, besar kemungkinan peserta tidak akan banyak karena tidak ingin mengorbankan waktu tidurnya untuk berlomba.

3. Menentukan Jarak Lintasan (track) dan Area lomba

Semakin pendek jarak lintasannya akan semakin banyak peserta yang mendaftar. Contoh: lomba lari 5 Km lebih bisa diselesaikan peserta dibanding lomba lari berkategori marathon yang jaraknya mencapai 42 km. Semakin jauh jarak lintasnya, maka akan semakin luas lokasi yang diperlukan agar memadai dan tidak mengganggu aktifitas umum disekitarnya.

4. Hadiah Perlombaan

Prestasi seseorang dari suatu perlombaan adalah hadiah yang didapat ketika menyelesaikan perlombaan tersebut. Inilah hal yang selalu dicari-cari dalam setiap perlombaan. Hadiah yang diberikan sangat bervariasi dimulai dari medali atau kaos yang diberikan kepada semua peserta yang berhasil menyelesaikan lomba. Hal ini akan memberikan kebanggaan dan kenangan indah atas perlombaan yang telah diselesaikan. Desain medali atau kaos yang unik dan menarik akan selalu dikejar oleh peserta lomba.

medali1

5. Informasi Seputar Perlombaan

Setelah mendaftar, calon lomba harus mendapatkan informasi yang tepat. Tempat dan waktu pengambilan racepack, kontak person in charge jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan, dan yang terpenting, lokasi dan waktu dimulainya pertandingan. Informasi ini biasanya disampaikan melalui email sesaat setelah peserta melakukan pembayaran, contohnya pada aplikasi steelytoe, email akan terkirim secara otomatis kepada peserta yang telah sukses melakukan pembayaran.

6. Promosi

Perlombaan dengan hadiah fantastis tanpa adanya peserta tidak akan dapat berjalan. Bagaimana agar semua orang tahu akan kehadiran sebuah perlombaan? Promosi ditentukan dari besarnya dana. Beriklan di koran, televise dan radio, akan membantu mempromosikan event yang anda adakan dan akan cepat terdengar oleh masyarakat luas. Tetapi bukan berarti promosi akan berhasil hanya karena beriklan di tiga media tersebut. Jika dan tidak memungkinkan, promosi yang paling mudah dan murah adalah melalui facebook, twitter, steelytoe dan media sosial lainnya.

7. Persiapan Sebelum Perlombaan (pre race preparation)

Perlombaan yang baik memerlukan persiapan yang matang. Setelah adanya sejumlah peserta, hari, tempat, waktu, lintasan yang dilombakan, berikutnya mempersiapkan hal-hal sebelum hari perlombaan. Perizinan sangat diperlukan dimana pun suatu perlombaan diadakan. Race master harus meminta ijin untuk melaksanakan lomba walaupun lokasi yang dipakai berada di pedalaman atau digunung, kecuali dalam skala yang sangat kecil, misalkan 10 orang. Untuk perlombaan yang beresiko besar seperti kategori ultra atau jarak jauh, akan lebih baik jika disediakan fasilitas asuransi bagi peserta lomba dan penataran (briefing) sebelum lomba.

8. Informasi Peserta

Setelah registrasi ditutup, kaos dan nomor peserta akan dicetak sesuai dengan nama peserta yang terdaftar. Setiap racepack dilengkapi dengan peta lintasan lomba dan informasi penting seputar perlombaan, seperti depot air minum, tempat parkir, tempat registrasi ulang, toilet, titik mulai dan akhir. Informasi ini diupayakan supaya peserta mempunyai gambaran sebelum perlombaan dimulai.

9. Sukarelawan

Sering kali dalam perlombaan kita melihat teman-teman yang memberikan air minum, mengarahkan lintasan lari, membagikan medali, membagikan buah, menyemangati pelari dan masih banyak hal lainnya yang mereka lakukan untuk peserta. Mereka semua disebut marshall, kadang sebagian dari mereka adalah sukarelawan yang ikut terjun membantu tanpa pamrih dalam perlombaan. Marshall sukarelawan ini tidak lain adalah teman-teman kita yang tidak ikut perlombaan tetapi membantu dalam penyelenggaraan lomba dan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari sebuah lomba.

volunteer1

10. Fasilitas di Titik Mulai Perlombaan (Starting Point)

Fasilitas di sekitar area perlombaan, disediakan beberapa fasilitas untuk peserta, diantaranya penyimpanan barang pribadi (jika memungkinkan), kios registrasi dan toilet. Pada harinya perlombaan, jika perlombaan diadakan di jalan raya maka jalan-jalan harus sudah bebas dari kendaraan, para marshall dan tim medis sudah siap ditempat dan penunjuk jalan sudah ada pada tempatnya masing-masing. Untuk registrasi ulang, peserta yang datang akan diarahkan ke kios registrasi ulang dan juga disediakan kios pengambilan racepack bagi peserta yang belum mengambil racepacknya.

registrasi ulang

11. Permulaan Lomba

Pembukaan dari sebuah lomba biasanya dimulai dari kata sambutan dari tamu kehormatan. Untuk menghangatkan suasana, anda dapat menghadirkan MC agar dapat lebih memeriahkan acara dan memicu semangat para peserta yang bersiap siaga di garis awal. Perlombaan yang terdiri dari beberapa kategori jarak lintasan lomba, harus diberi jarak waktu mulai agar jalan yang dilalui tidak terlalu padat.

12. Air minum

Dalam jarak tertentu disediakan depot air minum untuk peserta agar tidak dehidrasi, terutama untuk jarak lintasan yang sangat jauh, penyediaan air di tengah teriknya matahari sangat dibutuhkan oleh tubuh.

depot air minum

13. Dokumentasi

Untuk mendokumentasikan acara,sediakan seksi dokumentasi di beberapa titik lintasan agar dapat mengabadikan momen-momen peserta, terutama pada saat mulai dan penyelesaian lomba. Peserta yang sangat suka berfoto akan bergaya dengan sendirinya di depan kamera.

14. Post Race Bazaar

Peserta yang telah menyelesaikan perlombaan dapat diarahkan ketempat istirahat dimana terdapat sesi berfoto bersama dan berbelanja di area bazaar bersambil menunggu batas waktu penentuan perlombaan. Bazaar yang tersedia disarankan berhubungan dengan kegiatan perlombaan, misalkan peralatan olahraga lari dan minuman suplemen. Bazaar juga dapat dilengkapi dengan music baik dari audio maupun live.

15. Podium dan Hadiah

Di akhir  perlombaan, akan diumumkan pemenang lomba dan penyerahan hadiah di podium yang telah disediakan.

podium

16. Penutupan Perlombaan

Setelah semua berakhir, sebagian besar hasil dokumentasi meliputi foto, pencatatan waktu finish setiap peserta akan diunggah secara online agar dapat dilihat oleh masyarakat umum. Peserta dapat mengunduh foto dirinya dan melihat pencatatan waktunya di halaman Steelytoe.

finish

Keberhasilan dari sebuah acara lomba tidak hanya semata-mata berkaitan dengan komersial tetapi juga dari pengabdian dan profesionalisme dalam olahraga yang dilombakan. Kecintaan dan hasrat akan olahraga menjadi pendorong untuk mengadakan acara lomba yang lebih baik. Semoga panduan singkat ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengadakan perlombaan.

Jenis – Jenis Lari dari medannya

Lari menjadi trend hidup sehat dimasa kini. Dengan bertumbuhnya berbagai perlombaan yang disajikan dalam berbagai tema dan jarak, masyarakat bebas memilih sesuai kemampuan dan minat mereka. Jenis lomba lari apa yang biasanya sering ditawarkan oleh pihak penyelenggara lari?

  1. Road Running

Lari di jalan beraspal dengan berbagai lintasan dan jarak yang dilombakan. Road Running biasanya dilombakan dengan jarak 5km, 10km, half-marathon (21km) dan full-marathon.

Diantara jenis lari yang dilombakan, Road Running lebih aman karena landasan lari yang datar dan rata, sangat sesuai untuk pemula yang ingin mencoba kemampuannya. Perlombaan road running banyak diadakan di Indonesia terutama daerah Jakarta.

  1. Cross-Country Running

Seperti Road Running tetapi landasan lari berupa rumput atau tanah padat yang datar tanpa melewati semak, atau rintangan. Biasanya padang rumput golf dipakai sebagai lintasan lari lomba ini. Di Negara 4 musim, cross country running juga dilombakan dengan lintasan salju yang datar.

  1. Trail Running

Setelah berlari di jalan dan rumput dengan lintasan yang datar, Trail Running merupakan tahap berikutnya yang ingin dicapai pelari. Berlari di alam bebas seperti gunung, laut,sungai sambil diiringi permandangan yang indah dengan landasan yang berbatu dan tidak rata merupakan tantangan tersendiri. Beberapa tempat yang sering digunakan untuk trail running diantaranya gunung gede, gunung papandayan,sentul, dan lain-lain.

  1. Ultra Running

Lari jarak jauh dengan medan yang ekstrim dan penuh tantangan diluar batas kewajaran manusia. Dalam lomba ini, peserta akan diuji ketangkasan, keberanian,daya tahan dan kemampuan untuk bertahan hidup. Lomba ini biasanya dilombakan di gunung selama berhari-hari tergantung seberapa jauh jarak lintasan dan medan yang dilombakan.

Ultra Running hanya dilombakan untuk pelari yang tangguh dan penuh pengalaman,sangat tidak disarankan untuk pemula dikarenakan sangat beresiko dan selama lomba ini peserta hanya mengandalkan diri sendiri (self support), pihak penyelenggara hanya memberikan dukungan yang minim dan seperlunya kepada peserta. Indonesia telah menyelenggarakan Ultra Running di beberapa tempat seperti Gunung Rinjani dan Gunung Bromo.

  1. Vertical Running

Sesuai dengan namanya Vertikal Running, lintasan tidak datar tetapi naik ke atas. Biasanya diadakan di dalam gedung pencakar langit dengan lintasan tangga darurat gedung. Berbeda dengan Road Running atau Cross Country Running yang lintasannya datar, Vertical Running memulai dan mengakhiri lomba dengan memanjat tangga gedung, sehingga otot paha yang kuat sangat diperlukan di lomba ini.

Dari penjelasan singkat diatas, jenis lari yang mana yang sesuai dengan anda?