Bikin acara lari itu MURAHHHH!!!!

Membuat acara lari itu susah ga sih? Mahal ga? Kok harga event sekarang mahal-mahal? Finishnya cuma dapat medali dan kaos murahan? Ngapain aja sih panitianya?

Bikin event lari itu gampang banget dan ga mahal, asalkan, pesertanya bawa air sendiri (tidak ada water station), bisa menjaga diri sendiri (kalau sakit, terluka atau terancam keselamatan jiwanya, bisa menyelamatkan diri sendiri), setelah lari tidak dapat makan (tidak ada refreshment buah atau makanan apapun), tidak ada kaos, medali finisher dan goodie bag, tidak ada reflexy pijat-pijatan, bawa kompas dan peta sendiri (terutama untuk trail running), tidak ada foto-foto keren sepanjang event berlangsung, tidak perlu petunjuk jalan dan marshall, tidak ada registrasi online, tidak ada pencatatan waktu finish, tidak ada panggung penyerahan hadiah, tempat finishnya tidak boleh heboh, tempat berlangsungnya event hanya boleh didaerah-daerah tertentu, pesertanya tidak boleh terlalu banyak (1-20 orang) dan jalan yang dilalui peserta tidak akan dikosongkan (peserta akan berlari bersama kendaraan umum).
Wah kalau semua fasiltas diatas ditiadakan jadinya lari-lari tidak jelas dan tidak ada artinya donk, sama aja dengan lari di depan rumah.

  1. Peserta membawa air sendiri (tidak ada water station)

    Air kan murah, apalagi ada sponsor. Mengapa memberi air minum ke peserta juga jadi beban? Karena setiap buka lapak water station dikenakan biaya terutama di sepanjang jalan sudirman dan SCBD, yg biayanya mencapai jutaan hanya untuk 1 water station.

  2. Peserta bisa menjaga diri sendiri (kalau sakit, terluka atau terancam keselamatan jiwanya, bisa menyelamatkan diri sendiri).

    Untuk event di tempat-tempat tertutup dan tidak umum, dengan jarak lari yang pendek, kemungkinan kecil peserta akan terluka. Tapi event marathon, trail running, triathlon, ultra run, sangat beresiko tinggi. Panitia berusaha menyediakan tim medis khusus selama acara berlangsung supaya peserta yang terluka dan sakit dapat dengan cepat ditangani. Untuk event-event besar biasanya ada ambulance dan tentu saja semua itu tidak gratis.

  3. Setelah finish tidak ada refreshment buah atau makanan apapun.

    Makanan minuman di refreshment area sebagian ada yang berasal dari sponsor, tapi sebagian ada juga dari kantong panitia sendiri.

  4. Tidak ada kaos, medali finisher dan goodie bag untuk peserta.

    Medali jelek, kaos murahan yang tidak nyaman dan kantong tidak jelas yang dijadikan goodie bag semuanya perlu uang. Medali ada untuk menghargai jerih payah peserta berlari sampai ke finish, kaos untuk peserta, agar pada saat berlari dan tertinggal jauh masih bisa mengenali teman-teman yang masih berlari, kaos juga sebagai kenang-kenangan telah mengikuti lomba tersebut. Googie bag, walaupun hanya berperan kecil selama acara, tetapi apa mau peserta diberi kantong kresek? Walaupun medalinya jelek, kaosnya murahan tidak nyaman dan kantong goodie bag biasa aja, semua didesain dan dipilih dengan alasan tertentu, semua perlu biaya, waktu dan keringat dari panitia. Semakin bagus kualitas dan desain dari medali, kaos dan goodie bag, semakin besar pula biayanya. Dan panitia dari jauh hari mempersiapkannya dan membawa medali yang beratnya puluhan sampai ratusan kilogram naik turun mobil, dan pesawat untuk hanya untuk peserta. Mobil, pesawat dan kendaraan lainnya semua juga butuh biaya.

  5. Tidak ada fisioterapi, reflexy dan pijat-pijatan.

    Bagi pelari-pelari jarak jauh, reflexy sangat membantu pada saat kaki sudah pegel. Dan tentu saja semakin banyak personil tim reflexy semakin besar juga biayanya, terapis juga manusia, mereka butuh makan, minum, dan dihargai hasil kerjanya.

  6. Peserta membawa kompas dan peta sendiri (terutama untuk trail running).

    Panitia menyiapkan personil-personil yang kuat, tahan banting dan siap untuk membantu disaat peserta tersesat. Personil-personil ini harus sanggup berlari jauh, bisa membaca kompas (tahu arah), kuat dan mengerti teknik survival (karena pada saat tersesat, peserta bisa saja terluka atau sakit, contoh hypothermia di gunung). Mereka harus mencari berputar kemana-mana kalau ada peserta yang tersesat dan membawa peserta atau mengiringi peserta sampai ke tempat yang aman. Karena tidak semua orang bisa ada dalam tim ini, maka tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. Semakin besar acara, semakin banyak peserta, semakin berbahaya venue, biaya, keahlian, dan orang-orang yang dibutuhkan juga semakin besar.

  7. Peserta tidak perlu petunjuk jalan dan marshall.

    Untuk event yang jarak larinya sangat pendek dan tertutup di area tertentu, mungkin tidak perlu petunjuk jalan, atau marshall. Tapi untuk event di jalan yang jauh, di pantai, di hutan dan di gunung, sangat tidak mungkin tanpa 2 hal tersebut. Untuk membuat papan petunjuk arah atau hanya tanda petunjuk arah, semua butuh biaya, dan papan dan tanda itu tidak muncul begitu saja di titik-titik tertentu, pasti ada tim yang menyebarkan tanda-tanda dan papan ini, semua ini juga butuh biaya dan waktu.

    Marshall hadir dengan atau sebagai pengganti papan petunjuk arah. Marshall juga membantu memotivasi peserta dengan yell-yell mereka. Bayangkan saja berjam-berjam dibawah terik matahari bersemangat memotivasi peserta, tentu mereka juga butuh dihargai atas usaha dan kerja kerasnya.

  8. Tidak ada foto-foto keren sepanjang event berlangsung.

    Tidak masalah, ada tongsis dan hp super canggih yang siap mengabadikan event ini dimanapun peserta berada. Tapi siapa yang mengambil foto peserta pada saat finish dari jauh dengan unik, atau di puncak gunung dengan suhu minus dan udara yang membeku. Dengan adanya tim fotografer, foto yg diabadikan akan menjadi kenangan yang indah, fotografer yang baik butuh keahlian tersendiri. Peserta akan menikmati foto dengan momen indah, latar belakang yang indah, pencahayaan yang baik, angle yang baik, dan resolusi yang baik. Sebuah keahlian selalu diikuti dengan biaya.

  9. Peserta tidak bisa registrasi online.

    Internet mengurangi biaya tapi bukan menghilangkan biaya. Walaupun online, ada tim dibalik layar yang akan mengecek pendaftaran peserta, keluhan-keluhan, email-email, masalah-masalah. Dan tim ini berusaha memberi solusi yang tepat bagi peserta. Contoh peserta mengeluh registrasi tidak berhasil, setelah dicek, peserta salah memaksukkan email sehingga tidak mendapat konfirmasi email dari acara. Hal-hal seperti ini butuh ketelitian dan sebagian pengecekan dilakukan secara manual, jadi sudah sepatutnya hasil kerja mereka sangat dihargai.

  10. Tidak ada pencatatan waktu finish (timing system).

    Seneng donk, lari-lari trus finish jadi tau best time kamu berapa. Tapi untuk mencatat waktu secara akurat dibutuhkan persiapan dan uji coba sebelum acara berlangsung, chip yang di tanamkan pada tiap peserta dan system pencatatan waktu pun tidak murah. Terlebih bagaimana panitia harus extra hati – hati untuk mencegan kecurangan. Semua itu tentunya butuh biaya!

  11. Tidak ada panggung penyerahan hadiah.

    Cuma panggung serahin hadiah juara 1,2 dan 3 aja kok susah, pakai aja kursi betingkat. Tapi kalau mau keren, panggung bertingkat dengan latar yang heboh, MC yang fun, music pengiring yang menyentuh jiwa pada saat penyerahan hadiah, tentunya butuh persiapan, tempat yang besar, MC yang profesional, sound system yang bagus dan jelas, kesemuanya mengacu lagi pada biaya.

  12. Peserta tidak boleh banyak.

    Semakin banyak peserta semakin besar biasa yang diperlukan karena menyangkut semua aspek diatas, dari makanan, tim medis, refreshment area dan lainnya, semakin banyak peserta akan mengakibatkan bertambahnya kru yang akhirnya meningkatkan biaya operasional.

  13. Jalan yang dilalui peserta tidak dikosongkan (peserta akan berlari bersama kendaraan umum).

    Bayangin aja lari marathon ditemani bajaj atau lari di area-area yang macet. Tidak hanya keracunan karbondioksida tetapi juga dibombardir klakson dari kendaraan disekitar kamu. Pasti tidak nyaman. Untuk membebaskan tempat-tempat tertentu dari mobil pada jam-jam tertentu butuh perijinan dari otoritas setempat dan biayanya juga tidak murah. Semakin bonafit tempat yang kamu lalui semakin mahal biaya perizinannya.

  14. Tempat berlangsungnya event hanya boleh didaerah-daerah tertentu atau area pribadi milik penyelenggara

    Mengapa? Karena ada sebagian tempat tidak boleh ada pelari, contohnya di fly over, SCBD, Sudirman, didalam mall, di lapangan banteng, di gunung-gunung yang sakral, di hutan-hutan yang dilindungi … Ah masa sih? Kan sebagian besar event masih diadakan di tempat-tempat itu. Kalau kamu bisa berlari dengan santai di tempat-tempat itu berarti panitia membayar sejumlah biaya agar kamu bisa berlari disana tanpa dikejar satpam atau polisi. Dan semakin besar sebuah event, semakin banyak peserta yang ikut serta semakin besar pula biaya perijinannya. Besarnya biaya dari jutaan sampai ratusan juta.

Dan yang terakhir apa yang panitia lakukan?

Selama ini yang kita lihat, panitia hanya berdiri di area finish dan tersenyum-senyum menyambut para finisher.
Jauh hari sebelum acara dilakukan, panitia akan merencanakan dari awal, dari menentukan waktu, tim, mengurus perijinan, mencari dan mencoba track lintasan. Bahkan biasanya semalam panitia sudah ada ditempat dan tidak tidur untuk mempersiapkan semuanya dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Dan setelah semua peserta pulang, panitia masih harus membereskan semua peralatan, perlengkapan dan sampah-sampah di tempat acara. Selama beberapa hari ke depan, panitia masih bekerja dengan mengedit foto, video, timing untuk para peserta.

Setelah menelusuri semua aspek-aspek yang berhubungan dalam mempersiapkan sebuah event, tidak heran mengapa biaya pendaftaran peserta semakin besar.

Walaupun ada sponsor, tidak semua acara memberikan keuntungan bagi penyelenggara, bahkan sebagian besar biasanya rugi. Tetapi mengapa masih banyak event lari sepanjang tahun? Event-event lari yang disponsori perusahaan besar biasanya untuk promosi, selain itu event yang tidak banyak sponsornya hanya untuk kepuasan pribadi, amal, wadah berkumpul dan lainnya.

Jadi apa kamu masih berminat menyelenggarakan acara lari?